Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
Pentingnya Deteksi Pendengaran Secara Dini Pada Bayi
Oleh : dr Emmy Pramesthy, SpTHT-KL
Jika bayi kita lahir hal pertama kali yang diperiksa adalah apakah semuanya lengkap seperti jari tangan, tangan, kaki, serta darahnya.

Yang masih seringkali tidak dihiraukan adalah panca inderanya, yaitu mata dan pendengaran. Gangguan pendengaran pada bayi baru lahir tidak langsung terlihat, namun baru disadari oleh orang tuanya saat usia anak, tampak terlambat bisa bicara.

Proses belajar bicara pada anak memiliki periode emas (golden periode) saat usia 6 bulan hingga 2 tahun. Dengan mendengar dan melihat anak akan merekam dalam memorinya, untuk belajar bicara.

Deteksi gangguan pendengaran pada bayi baru lahir bila terdapat gangguan pendengaran mempunyai efek yang besar pada perkembangan bahasa dan bicaranya. Bila terdapat gangguan pendengaran dan tidak segera tertangani maka akan mengganggu komunikasi dan kemampuan bersosialisasi seperti juga hasil pendidikan akademisnya dan kesempatan mendapat pekerjaan di kehidupannya nanti. penangan secara dini, yaitu pada usia 6 bulan diharapkan akan meningkatkan kemampuan bicaranya, sehingga pada usia sekolah kemampuan bicara menjadi optimal.

Saat ini di banyak negara mulai dilakukan skrining pendengaran pada semua bayi baru lahir mulai usia 24 jam bila lahir di rumah sakit atau usia 1 bulan bila lahir di luar rumah sakit tersebut (universal newborn hearing screening).

Dengan tujuan untuk mendeteksi adanya gangguan pendengaran, tes pendengaran pada bayi baru lahir sangat dianjurkan. Banyak metode deteksi/ skrining pendengaran salah satunya dengan melakukan pemeriksaan OAE (Otoacoustic Emission).
OAE atau OtoAcoustic Emission adalah gelombang yang dihasilkan oleh sel rambut luar (outer hair cells cochlea) dari rumah siput, setelah diberi stimulus. Munculnya gelombang ini sebagai indikasi bahwa rumah siput (cochlea) bekerja dengan baik, yang berhubungan langsung dengan proses mendengar.

Pemeriksaan dilakukan di ruangan yang tenang, tidak invasif dan tidak memerlukan sedasi. Dengan memasukkan sumbat kecil (probe) yang sesuai ke telinga bayi / anak selama beberapa detik. Probe dilengkapi dengan speaker dan mikrofon mini akan menghantarkan stimulus ke dalam liang telinga akan di respons oleh cochlea, respon cochlea akan ditangkap kembali oleh miktofon mini dalam probe dan diterjemahkan oleh alat OAE.

Hasil dari OAE berupa pass / reffer. Hasil pass menunjukkan cochlea berfungsi baik, sedangkan reffer menunjuuka fungsi sel rambut luar cochlea tidak baik atau terdapat hambatan dalam hantaran suara menuju cochlea yang dapat disebabkan karena masih adanya kotoran di liang telinga ataupun kolapsnyanliang telinga si bayi yang baru lahir. Untuk itu bila hasil reffer maka dianjurkan dilakukan pemeriksaan OAE ulang saat usia 1 bulan kemudian. Jika masih tetap reffer perlu segera dilanjutkan dengan pemeriksaan yang lebih lanjut seperti ABR (Auditory Brainstem Response) dan/atau ASSR (Auditory Steady State Response), Tympanometry dan VRA (Visual Reinforcement Audiometry).
Baca juga Artikel terkait :
- Skrining Gangguan Pendengaran Pada Bayi Baru Lahir
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Customer Service  
 
------------------------------------------------
 
  Operator 1
 
------------------------------------------------
 
  Operator 2
 
 
  Social Network  
 
 
------------------------------------------------
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.