Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
Cara Mengetahui Terinfeksi Virus Rubella & Pencegahannya
Oleh : dr. Unggul Prabowo.SpOG
Bagaimanakah cara mengetahui apakah seorang ibu telah terinfeksi virus rubella?
a. Tentu saja melalui proses anamnesa apakah ada penderita rubella di sekitar ibu hamil tersebut. Apakah ibu tersebut mengalami gejala2 prodromal seperti pada infeksi2 virus pada umumnya? (demam, nyeri sendi, nyeri otot). Apakah timbul gejala2 ruam pada badan?
b. Pemeriksaan fisik: demam. Timbulnya ruam atau bintik kemerahan yg tidak hilang saat ditekan. Adanya pembengkakan kelenjar getah bening terutama pada daerah leher bagian samping-belakang di bawah telinga.
c. Pemeriksaan darah, yaitu pemeriksaan serologi rubella meliputi IgG dan IgM rubella.
Bagaimana mendeteksi kecacatan yg terjadi pada bayi? Apakah kecacatan ini dapat dicegah?
Kecacatan yg terjadi pada bayi dapat dideteksi baik saat maih di dalam perut maupun setelah bayi lahir.

Saat janin masih di dalam rahim, pemeriksaan ultrasoografi bisa dikerjakan untuk mendeteksi adanya kecacatan bawaan yg cukup berat. Tapi tetap harus diingat bahwa sekalipun menggunakan peralatan USG, deteksi Congenital Rubella Syndrome tetaplah merupakan hal yng sulit untuk dilaksanakan, dikarenakan banyak faktor: kelainannya bukan kelainan mayor (kelainan besar), secara teknis peralatan USG yg digunakan kurang memadai, ketrampilan operator USG juga berperan.

Permasalahan yg terjadi adalah: apabila seorang ibu hamil sudah positip menderita infeksi virus rubella, kita hanya dapat memantau sejauh mana kerusakan yg bakal terjadi pada janin dan menentukan antisipasi apa yg bisa dikerjakan: misalkan antisipasi untuk gangguan telinga, maka sejak bayi lahir kita sudah harus memonitor kondisi pendengaran si kecil, kalau perlu melakukan check up ke rumah sakit. Untuk kemungkinan gangguan jantung, dapat dikerjakan pemeriksaan Fetal Echocardiografi (pemeriksaan jantung janin) sejak masih dalam kandungan.

Jadi dengan kata lain, kerusakan yg ditimbulkan oleh virus ini tidak dapat kita cegah.
Cara menghindari rubella bagaimana?
Pada prinsipnya, dikarenaka penyakit ini disebabkan oleh virus dan dengan gejala seperti infeksi virus pada umumya, maka, seorang ibu hamil seyogyanya lebih memperhatikan kondisi sekeliling. Hindarilah berdekatan dengan seseorang yg sedang terkena flu, tidak usah memaksakan diri untuk menengok orang sakit atau mengunjungi orang yg sedang dirawat di rumah sakit. Meningkatkan kondisi tubuh dengan lebih banyak menambah waktu istirahat, makan makanan yg bergizi seimbang dan minum vitamin.

Pada wanita yang belum hamil disarankan untuk mendapat suntikan vaksinasi MMR (measles, mumps, rubella). Sedangkan apabila wanita tersebut sedang hamil, tidak dianjurkan untuk mendapat vaksin tersebut dikarenakan vaksin MMR ini terbuat dari virus yg dilemahkan.
Bila diketahui sudah terkena rubella, apa yang dilakukan?
Pada prinsipnya tidak ada tindakan khusus yg bisa dikerjakan apabila seorang ibu hamil terkena infeksi rubella. Dikarenakan ini adalah infeksi virus, maka proses penyembuhannya pun bersifat "Self Limiting Disease" atau akan sembuh sendiri seiring dengan meningkatnya respons imun tubuh/meningkatnya kondisi tubuh. Sedangkan untuk janin yang dikandungnya, akan memerlukan pemeriksaan yang lebih mendetail baik sejak dalam rahim maupun nanti sesudah lahir.
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Customer Service  
 
------------------------------------------------
 
  Operator 1
 
------------------------------------------------
 
  Operator 2
 
 
  Social Network  
 
 
------------------------------------------------
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.