Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
Deteksi Dini Cegah Perempuan Terkena Kanker Serviks
Oleh : dr. Pungky Mulawardhana, SpOG – RS Husada Utama
Kanker serviks ( sering disebut juga dengan kanker mulut / leher rahim ) merupakan keganasan ( kanker ) yang berawal dari serviks, yaitu bagian bawah rahim ( uterus ) yang bermuara pada bagian atas vagina.
Pemeriksaan
Adanya perubahan pra-kanker serviks tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Untuk itu diperlukan tes dan alat khusus yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah dilatih. Pemeriksaan hapusan Pap merupakan suatu metode untuk mendeteksi (‘screening’ ) adanya perubahan tersebut namun bukan merupakan diagnosis final. Apabila didapatkan hasil pemeriksaan Pap yang tidak normal, maka diperlukan pemeriksaan dengan menggunakan kolposkopi ( untuk melihat keadaan serviks secara langsung dengan pembesaran ). Kemudian dilakukan biopsi ( pengambilan sedikit jaringan serviks ) pada daerah yang dicurigai terdapat perubahan pra-kanker yang selanjutnya dikirim ke laboratorium untuk diperiksa ( histopatologi ).
Gb.4. Cara pemeriksaan Pap
Penderita yang telah didiagnosis kanker serviks, akan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui seberapa jauh penyakit telah menyebar, termasuk pemeriksaan foto sinar-X dada, CT scan, IVP bahkan mungkin MRI.
Penanganan
Penanganan kanker serviks tergantung pada stadium kanker, ukuran tumor, usia dan status kesehatan secara umum, serta apakah penderita masih menginginkan untuk memiliki anak di kemudian hari.

Pada kondisi pra-kanker atau kanker stadium awal penanganan bisa dilakukan dengan cara melakukan eksisi atau destruksi jaringan pra-kanker. Ada berbagai metode dalam hal ini, tanpa harus mengangkat rahim atau merusak serviks, sehingga penderita masih dapat memiliki anak dikemudian hari. Metode tersebut antara lain LEEP (menggunakan listrik untuk membuang jaringan yang tidak normal), krioterapi (membekukan sel-sel yang tidak normal), laser (menggunakan cahaya laser untuk membakar jaringan yang tidak normal), bahkan konisasi (memotong jaringan secara kerucut).

Operasi pengangkatan rahim (histerektomi) secara radikal dilakukan pada kanker yang lebih lanjut namun belum didapatkan penyebaran, disertai dengan pengangkatan jaringan sekitar rahim, termasuk kelenjar limfe dan bagian atas vagina.

Radiasi diperlukan untuk menangani kanker serviks yang telah menyebar keluar rahim atau kanker kambuh kembali. Kemoterapi juga kadang diperlukan untuk membunuh sel-sel kanker. Baik radiasi maupun kemoterapi kadang digunakan sebelum atau sesudah pembedahan.
Pencegahan
Terdapat beberapa upaya pencegahan untuk menghindari kanker serviks antara lain melakukan aktifitas seksual yang aman ( menggunakan kondom, tidak berganti-ganti pasangan dan tidak melakukan hubungan seksual pada usia dini ) dapat mengurangi resiko terkena infeksi HPV dan penyakit menular seksual lainnya.

Melakukan pemeriksaan Pap secara rutin ( teratur ) dapat mendeteksi adanya perubahan pra-kanker, sehingga dapat diobati sebelum berubah menjadi kanker. Seorang perempuan yang telah melakukan hubungan seksual, paling tidak dalam tiga tahun harus sudah melakukan pemeriksaan tersebut dan selanjutnya melakukannya secara rutin setiap satu atau dua tahun. Apabila perempuan tersebut merokok, sebaiknya segera dihentikan kebiasaan tersebut, karena asap rokok berkaitan dengan meningkatnya resiko terkena kanker serviks.

Saat ini telah tersedia vaksinasi untuk mencegah kanker serviks. Pada Juni 2006, FDA Amerika Serikat telah menyetujui penggunaan vaksin yang dapat mencegah infeksi HPV, terutama terhadap dua tipe HPV yang berperan dalam hampir semua kasus kanker serviks.

Berbagai studi menunjukkan bahwa vaksin tersebut nampaknya dapat mencegah kanker serviks stadium awal dan lesi-lesi pra-kanker. Menurut HOGI ( Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia ), vaksinasi akan memberikan efek pencegahan terbaik bila diberikan pada perempuan usia 9-26 tahun dan belum pernah terinfeksi HPV ( atau belum pernah berhubungan seksual ). Meskipun telah mendapatkan vaksinasi, selanjutnya dianjurkan untuk tetap melakukan pemeriksaan Pap rutin, karena tidak semua tipe virus HPV penyebab kanker serviks dapat dicegah dengan vaksin tersebut.
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Customer Service  
 
------------------------------------------------
 
  Operator 1
 
------------------------------------------------
 
  Operator 2
 
 
  Social Network  
 
 
------------------------------------------------
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.