Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
Antibodi-antibodi yang Ditemukan pada Penyakit Autoimun
Oleh : Dr.dr.Yuliasih, SpPD-KR - RS Husada Utama
Antibodi ANA : Antibodi anti nuclear antibody (ANA) merupakan antibodi yang sering dilacak pada berbagai penyakit autoimun. Pada penyakit autoimun banyak dikenali autoantibodi yang dikenali akibat respon tubuh yang salah terhadap sel tubuh sendiri. Pada penyakit-penyakit tertentu dibedakan berdasarkan kelompok antibodi yang ada di dalam tubuh atau banyaknya antibodi ini tinggi kadarnya dalam tubuh. Beberapa penyakit misalnya SLE, sjogren syndrome, MCTD, miositis, scleroderma, dan autoimun yang lain didapatkan berbagai macam profil antibodi.
Antibodi Anti dsDNA : Pada populasi didapatkan antibodi terhadap double stranded DNA (materi gen pita DNA yang terpilin). Antibodi ini ada dua bentuk yaitu antibodi dsDNA dan antibodi ssDNA. Antibodi ssDNA tidak spesifik untuk lupus, bisa ditemukan pada penyakit autoimun yang lain. Terbentuknya antibodi dsDNA ini berasal dari sel yang mengalami apoptosis (kematian). Pada pasien lupus biasanya didapatkan 70% positif, tetapi terkadang pada penderita lupus dsDNA-nya negatif.
Anti snRNP antibodi : Merupakan antibodi terhadap material sel yang disebut snRNP yang berfungsi untuk membentuk mRNA (cetakan RNA).
Anti Sm antibodi : Antibodi ini spesifik pada lupus dan berhubungan dengan aktivitas penyakit. Biasanya adanya antibodi ini dikaitkan dengan manifestasi lupus serebral, lupus nefritis dan perikarditis.
Anti U1nRNP : Hampir dijumpai 30-40% pasien, dikaitkan dengan manifestasi raynaud, bengkak pada jari-jari, hipomortilitas esophagus. Antibodi ini sering ditemukan pada overlap syndrome atau MCTD.
Antibodi Ssa/Ro dan Ssb/La : Berkaitan dengan neonatal lupus dan C2, C4 defisiensi. Heart block pada janin, fotosensitif, sitopenia dan inflamasi liver. Bila ibu mempunyai antibodi ini, maka bila hamil harus dimonitor ketat akan terjadi kematian janin yang mendadak akibat blok pada jantung oleh karena antibodi ini.
Antibodi histone : Antibodi terhadap histone, dijumpai pada SLE yang disebabkan oleh karena obat-obatan atau drug induced. Beberapa obat-obatan yang dapat memicu gejala lupus yaitu hidralasin, rokainamide, isoniacide, dan chlorformacine.
Antibodi rRNP : Dihubungkan dengan manifestasi psikosis pada lupus.
Antibodi PCNA : PCNA adalah suatu siklin yang terkait siklus replikasi sel. Sedikit sekali terdeteksi pada pasien SLE.
Antibodi antiphospholipid : Yaitu antibodi terhadap dinding sel. Lupus anti koagulan terdiri dari baberapa antibodi, antibodi ini dikaitkan dengan adanya thrombosis pada penyakit autoimun. Gejala lain yang bisa ditimbulkan adalah abortus yang berulang, trombositopeni, hemolitik anemia dengan comb test yang positif, lipidoretikularis. Manifestasi yang mungkin ditimbulkan oleh karena antibodi ini adalah stroke, dementia oleh karena adanya infark diberbagai tempat di otak.
Antibodi Ku : Antibodi ini ditemukan spesifik pada penyakit polimiositis dan scleroderma dan banyak ditemukan pada populasi Jepang.
Antibodi hnRNP : Antibodi ini dikaitkan dengan raynaud phenomena atau dismotilitis dari esophagus.
Antibodi DNA topoisomerase 1 / Scl70 : Dikaitkan dengan scleroderma sistemik.
Antibodi anticentromer : Dihubungkan dengan CREST syndrome, antibodi ini adalalh protein yang terletak di centromer, dimana fungsinya untuk mitosis.
Antibodi anti-Jo : Yaitu antibodi terhadap histidil tRNA sintesa. Antibodi ini dihubungkan dengan ILD atau polimiositis.
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Customer Service  
 
------------------------------------------------
 
  Operator 1
 
------------------------------------------------
 
  Operator 2
 
 
  Social Network  
 
 
------------------------------------------------
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.