Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
Salah Pilih Tas bisa Merubah Struktur Tulang Belakang
Oleh : dr. Dadang R. Sasetyo, SpOT - RS Husada Utama
Penampilan modis dan menarik di zaman sekarang sudah seperti kebutuhan yang harus dipenuhi. Seperti halnya penggunaan tas dalam menunjang penampilan modis, terkadang mengabaikan faktor kenyamanan bahkan kesehatan.
Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah penggunaan tas yang memiliki beban berat. Banyak perempuan ataupun laki-laki yang menjadikan tas untuk menunjang penampilan mereka. Namun tidak banyak yang memperhatikan penggunaan tas tersebut khususnya pada jumlah beban yang mereka bawa.
Tasnya mau ditaruh di siku, ditenteng di bahu, dibawa dengan tangan, atau selempang aturannya sama. Untuk membebani dua bahu, beberapa ahli mengatakan bahwa tas ransel beratnya harus 10% dari berat badan. Sehingga kalau dihitung harus separonya atau sekitar 5%.
Seseorang yang membawa tas dicangklong di satu bahu saja maka tubuhnya akan miring kea rah tas yang dibawa. “walaupun dicangklong di satu bahu dan tangan yang lain bisa tetap beraktifitas, misal menelpon, tapi kalau diperhatikan maka dia akan condong kea rah tas yang dibawanya.” Berbeda bila kita menggunakan tas slempang yang mengikuti tubuh, maka tubuh pun ikut menanggung beban. Bila dibandingkan dengan tas cangklong, maka tas slempang ini tidak terlalu menyebabkan keluhan pada penggunanya.
Kondisi tubuh yang miring tersebut secara fisiologis atau anatomi bukanlah tulang belakang yang normal, karena posisinya miring. Dengan posisi miring itu maka bahu tidak akan lagi seimbang dan dapat mengubah struktur tulang belakang yang terdapat lengkungan tersebut, pada akhirnya akan menimbulkan rasa nyeri pada tulang belakang.
Kondisi tubuh yang miring tersebut secara fisiologis atau anatomi bukanlah tulang belakang yang normal, karena posisinya miring. Dengan posisi miring itu maka bahu tidak akan lagi seimbang dan dapat mengubah struktur tulang belakang yang terdapat lengkungan tersebut, pada akhirnya akan menimbulkan rasa nyeri pada tulang belakang.
Pertimbangkan Usia dengan Beban yang Dibawa…
Bila membawa tas dengan beban berat dilakukan oleh ibu-ibu yang sudah berumur diatas 40 tahun atau sudah memasuki masa menopause, maka akibat yang ditimbulkan bisa lebih parah. Seseorang yang sudah tidak lagi haid maka produksi hormonnya juga berbeda dengan mereka yang masih haid. Kadar esterogen yang diproduksi akan menurun dan tulang menjadi lebih rapuh. Bila tulang rapuh tersebut membawa beban berat, apalagi hanya dengan satu sisi, maka akan terjadi degenerasi tulang. “Kalau membawa barang dengan beban berat dan mencangklong dalam waktu lama, maka akan terjadi herniasi sendi akan keluar dan menekan saraf, karena kemiringan dari tulang belakang itu tadi, sehingga akan muncul rasa kesemutan, pegal-pegal”.
Lebih baiknya untuk selalu memeriksa isi tas yang dibawa supaya membawa barang seperlunya saja. Dengan demikian maka dapat mengurangi keluhan yang timbul akibat penggunaan tas namun juga tetap bisa tampil menarik.
Perempuan yang membawa beban berat dalam satu tas biasanya enggan untuk membawa dua tas karena dianggap tidak praktis. Daripada membawa dua tas, lebih baik membawa satu tas besar dan semua barang dibawa sekaligus. Mulai dari alat make up, dompet, handphone, hingga payung. Berbeda dengan perempuan, anak sekolah juga membawa beban yang berat, mulai dari laptop dan chargernya, buku pelajaran, dan botol minum bagi yang terbiasa membawa air minum sendiri.
Selain itu, dianjurkan menggunakan tas yang fleksibel, artinya memiliki beberapa alternatif piihan untuk membawanya. “Jadi pilihlah tas yang bisa dicangklong di bahu, tapi bisa juga ditenteng. Dan selama perjalanan sebisa mungkin posisinya berganti-ganti,” terangnya. Tas yang monoton dicangklong di bahu akan memberikan tekanan tekanan tertentu yang menyebabkan rasa nyeri. Apabila membawa barang belanjaan yang berat dan naik turun tangga buatlah bebannya di sisi kanan dan kiri seimbang. Jangan hanya satu tas yang berat, kemudian satunya ringan, atau tangan satunya tidak membawa apa-apa karena itu tidak seimbang.
Bagaimana PenggunaanTas yang Ideal Itu?
Pemilihan tas yang ideal sebaiknya didasarkan pada aspek kesehatan, supaya tidak mengubah struktur tulang belakang. Dari sekian banyak jenis model tas yang ada, yang dinilai paling ideal adalah tas ransel (backpack) karena tas ini mendistribusikan beban yang sama pada bahu kiri dan bahu kanan. Distribusi beban tersebut diharapkan tidak mengubah struktur tulang yang semestinya.
Akan tetapi dengan memakai tas ransel bukan berarti tulang belakang kita terbebas dari perubahan psotur. Yang terpenting adalah beban yang dibawa sesuai dengan kemampuan penggunanya. Beban yang disarankan beratnya harus 10-15 persen dari total berat tubuh pengguna tas.
Anak-anak usia sekolah, seperti TK maupun SD, kira kira berat badannya 10 kg. Seharusnya tas yang dbawa beratnya tidak lebih dari 2 atau 2.5 kg. Tapi kenyataannya anak anak sering membawa beban berat melebihi yang dianjurkan. Kondisi tersebut memungkinkan adanya perubahan fungsi dari fisiologis tulang belakang anak tersebut.
Beberapa ahli justru menjadikan patokan berat aman yang dibawa tidak lebih dari 10% dari berat tubuuh. Jenis tas ransel dipakai anak anak sekolah, apalagi lagi yang memiliki ruang kelasnya mengahruskan untuk naik tangga.
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Customer Service  
 
------------------------------------------------
 
  Operator 1
 
------------------------------------------------
 
  Operator 2
 
 
  Social Network  
 
 
------------------------------------------------
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.