Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
Waspadai Bahaya Penyakit Guillain Barre Syndrome (GBS)
Oleh : dr. Koemalawati Wdjaya, SpS - RS Husada Utama
Apa Itu Guillain Barre Syndrome (GBS)?
Guillain Barre Syndrome merupakan sebuah sindrom dimana imunitas tubuh justru menyerang saraf tepi (autoimun). Saraf tepi sendiri merupakan saraf yag mempunyai tiga fungsi, yaitu fungsi sensorik (mengantarkan infromasi dari organ tubuh ke otak untuk dianalisa oleh otak, misal rasa, suhu, tekanan, dan raba), fungsi motorik (mengantarkan perintah dari otak ke organ tubuh untuk merespon informasi yang datang, misal menendang), serta fungsi otonomik (mengantarkan perintah dari otak ke organ tubuh, namun tidak bisa di kontrol, misal gerak usus dan jantung). Karena saraf tepinya sudah rusak akibat serangan imun tubuh, tentu akan mengakibatkan gangguan pada fungsi sensorik, motorik, dan otonomik tubuh.
GBS dapat diderita oleh siapa saja disegala usia, namun lebih sering menyerang pria, anak – anak dan seseorang yang berusia 30-50 tahun. GBS bukanlah penyakit turunan yang dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya serta tidak dapat menular dari penderita ke orang lain. Penamaan GBS ini diambil dari nama penemunya, yaitu Goerges Charles Guillain dan Jean Alexander Barre, seorang dokter asal Perancis.
Penyebab Guillain Barre Syndrome (GBS)?
Penyebab pasti GBS sampai saat ini memang belum diketahui. Namun banyak kasus GBS yang sering disebabkan adanya infeksi viral dan bakteri. Beberapa virus yang paling sering menyebabkan GBS adalah Cytomegalovirus (CMV), HIV, Measles dan herpes simplex virus. Sementara bakteri yang paling sering ditemui adalah Campylobcater jejuni.
Karena adanya benda asing (virus atau bakteri), maka secara alami imun akan memproduksi antibodi untuk memerangi benda asing tersebut. Namun pada penderita GBS, antibodi tersebut justru tidak menyerang benda asing yang datang, melainkan menyerang saraf tepi tubuh. Dalam hal ini, antibodi menyerang selubung myelin, yaitu selubung yang menyelubungi saraf tepi. Sistem saraf dalam tubuh manusia merupakan ‘kabel utama’ tubuh, maka dari itu jika ‘kabel’ tersebut diserang maka akan mengakibatkan gangguan dan membuat sistem tubuh menjadi ‘down’. Hal ini akan mengakibatkan saraf tepi tidak mampu meneruskan perintah dari otak ke organ atau sebaliknya, dan akhirnya otot pada organ tidak bisa digerakkan. Bahkan pada beberapa kasus GBS yang sudah parah dapat mengakibatkan komplikasi tidak bisa bernafas, tidak bisa menelan, tidak bisa bersuara, bahkan jantung berhenti berdetak.
Apa Gejala Guillain Barre Syndrome (GBS)?
GBS sering diawali dengan adanya infeksi pada saluran pencernaan dan pernafasan oleh virus ataupun bakteri. Beberapa gejala yang sering muncul pada penderita GBS adalah sebagai berikut :
1. Rasa seperti ditusuk – tusuk jarum pada jari kaki atau tangan yang kemudian dikuti dengn mati rasa.
2. Kesemutan pada kaki, paha, yang kemudian merambat ke badan dan tangan.
3. Kehilangan refleks.
4. Nyeri pinggang.
5. Mengalami kegoyahan pada saat berjalan, bahkan terkadang tidak mampu berjalan sama sekali.
6. Jika kasus GBS lebih parah, maka akan muncul gejala - gejala berikut :
 
- Gangguan pada bola mata.
- Sulit berbicara.
- Gangguan pada saat mau menelan.
- Gangguan pada saat buang air besar dan buang air kecil.
- Gangguan pada sistem pernafasan.
Bagaimana Gejala Guillain Barre syndrome?
Gejala awal dari penyakit ini rasa seperti ditusuk-tusuk jarum diujung jari kaki atau tangan atau mati rasa di bagian tubuh tersebut. Kaki terasa berat dan kaku atau mengeras, lengan terasa lemah dan telapak tangan tidak bisa menggenggam erat atau memutar seusatu dengan baik (buka kunci, buka kaleng dll).
Gejala umum GBS:
1. Tak bisa merasakan refleks tangan dan kaki
2. Tekanan darah rendah
3. Mati rasa
4. Rasa terbakar
5. Lemah otot atau kelumpuhan :
 
- Dalam kasus ringan, yang dialami hanya lemas
- Bisa terjadi di tangan dan kaki berbarengan
- Bisa memburuk dalam jangka waktu 24-72 jam
- Bisa saja hanya menyerang saraf kepala
- Bisa dimulai dari tangan lalu turun ke kaki atau sebaliknya
Gejala yang harus lebih diperhatikan:
- Sulit bernapas
- Tidak bisa menarik napas dalam-dalam
- Sulit menelan
- Terus menerus mengeluarkan air liur
- Kondisi penderita GBS dapat bertambah parah karena kemungkin terjadi infeksi di dalam paru-paru akibat berkurangnya kemampuan pertukaran gas dan kemampuan membersihkan saluran pernapasan. Kematian dapat terjadi karena kegagalan pernapasan dan infeksi yang ditimbulkan.
Jika mengalami gejala diatas, segeralah periksakan diri ke dokter agar pengobatan dapat dilakukan sejak dini, agar penanganan dan pemberian obat GBS tidak terlambat.
Sifat-sifat GBS:
- Bisa terjangkit di semua tingkatan usia mulai dari anak-anak sampai dewasa
- Jarang ditemukan pada manula
- Lebih sering ditemukan pada kaum pria
- Bukan penyakit turunan
- Tidak dapat menular lewat kelahiran, terinfeksi atau terjangkit dari orang lain yang mengidap GBS
- Namun, bisa timbul seminggu atau dua minggu setelah infeksi usus atau tenggorokan.
Bagaimana Cara Mengobati Guillain Barre Syndrome (GBS)?
Belum ada obat untuk syndrome ini. Namun ada dua jenis perawatan yang dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi keparahan GBS.
- Plasmapheresis
Plasmapheresis dikenal sebagai pertukaran plasma. Dalam plasmapheresis, cairan darah (plasma) diambil dan dipisahkan dari sel – sel darah.jika sudah dipisahkan, selanjutnya sel - sel darah dimasukkan kembali ke dalam tubuh untuk memproduksi plasma baru dan mengganti plasma yang sudah dikeluarkan. Para ilmuwan percaya cara ini mampu menghilangkan zat - zat yang dapat merusak selubung myelin di dalam darah.
- Immunoglobulin intravena
Immunoglobulin intravena adalah pemberian immunoglobulin yang mengandung antibodi sehat dari darah donor melalui intravena. Pemberian Immunoglobulin dalam dosis tinggi dapat membantu menghentikan antibodi yang merusak saraf tubuh. Namun biaya untuk perawatan immunoglobulin intravena ini sangat mahal.
- Pemberian obat nyeri.
- Fisioterapi untuk mencegah otot kaku.
Bagaimana Cara Mencegah Guillain Barre Syndrome (GBS)?
Karena penyebabnya yang belum diketahui, maka sulit untuk mencegah sindrom ini. Salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk mencegah GBS adalah dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan banyak mengkonsumsi protein hewani dan rajin berolahraga. Selian itu, kita juga perlu menjaga kebersihan agar terlindung dari kuman, bakteri, dan virus.
Apakah Guillain Barre Syndrome Dapat Kambuh?
GBS bisa kambuh kembali pada penderita. Namun resiko kambuh ini diperkirakan kurang dari 10%.
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Customer Service  
 
------------------------------------------------
 
  Operator 1
 
------------------------------------------------
 
  Operator 2
 
 
  Social Network  
 
 
------------------------------------------------
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.