Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
Penderita Diabetes Semakin Muda
Oleh : dr Heru Wijono, SpPD - RS Husada Utama
Jumlah penderita diabetes semakin meningkat dari tahun ke tahun. Usia penderitanya pun makin muda. Kenapa?
Pergeseran usia penderita diabetes menjadi lebih muda seiring perubahan perilaku kita sehari hari. Mulai dari perubahan pola hidup. Kalau dulu biasa jalan kaki dan naik sepeda sehingga untuk pergi dari satu lokasi ke lokasi lain kita harus mengeluarkan tenaga membakar energi berupa kalori yang berasal dari tumpukan lemak dan karbohidrat dari apa yang kita makan. Sekarang kita menggunakan kendaraan bermotor. Memang jarak yang ditempuh sama tapi sayangnya energi yang dibakar bukan berasal dari badan kita sendiri tapi berasal dari energi fosil.
Dulu kalau kita di kantor harus menemui teman kerja yang ada di tempat lain kita harus bangkit dari tempat duduk dan berjalan kaki menghampiri biarpun hanya sekedar menyampaikan lembar disposisi. Sekarang?
Kita tinggal rogoh saku ambil gadget dan kirim entah sms bbm path WhatsApp dan lain-lain.
Jadi energi mana yang lebih besar? Berapa kalori yang dibakar? Dan berapa kalori yg tidak digunakan yang kemudian terkumpul di dalam badan kita? Menjadi kolesterol dan tumbuhan gula darah.
Jadi kalau pertanyaannya adalah kenapa usia penderita diabetes semakin muda? Kenapa mereka umur 20 an sdh terkena diabetes. Mari kita berpaling pada diri kita sendiri. Bagaimana pola hidup kita sehari hari? Sudah sehatkah ? Kalau belum. Mari kita introspeksi, Belum lagi perubahan pola makan.
Dulu kita sarapan kangkung, bayam, urap urap dan lain-lain yang semua mengandung vitamin dan serat dan menyehatkan. Sekarang?
Fast food? Junk food? Makanan gurih yang berlemak? Semua gampang dicari. Tapi sayuran? Kapan kita terakhir mengkonsumsinya? seminggu penuh makan sayur terus? Berapa persen serat dan sayur dalam makanan kita?
Bagaimana kita tahu kalau kita terkena diabetes? Pemeriksaan penapis atau screening apa yang harus dilakukan?
Ada beberapa tanda klinis yg bisa dilihat pada penderita diabetes. Kalau gula darah naik sampai dengan diatas 180 g/dl maka sebagian gula akan masuk ke saluran kencing sifat gula yang bersifat menarik air menyebabkan volume urin meningkat. Akibatnya? Kencing semakin banyak. Sehingga salah satu tanda awal adalah kencing sering dan berulang. Sering kali penderita merasa sering kencing terutama di malam hari. Kencing yg berlebihan menyebabkan penderita mudah kehausan.
Tanda awal lain dari diabetes yaitu penderita mudah haus. Gula yang tinggi dalam pembuluh darah diikuti kenaikan lemak darah seperti kolesterol menyebabkan aliran darah menjadi kental. Akibatnya suplai oksigen pada jaringan yang paling jauh dari jantung menurun. Akibatnya syaraf kekurangan oksigen. Hasilnya? Penderita merasa kesemutan. Inilah tanda awal lain dari diabetes.
Lalu pemeriksaan awal yang bisa dilakukan untuk memastikan ada tidaknya diabetes adalah pemeriksaan gula darah puasa dan 2 jam setelah makan amat membantu. Pemeriksaan tersebut bisa dilakukan di puskesmas ataupun dirumah apabila ada alatnya.
Lalu bagaimana dengan pemeriksaan hba1c?
Pemeriksaan ini menilai kenaikan atau lonjakan gula darah selama sekitar 3 bulan sekali. Tapi sayangnya pemeriksaan ini relatif mahal. Jadi sementara untuk screening bisa dengan pemeriksaan gula darah puasa dan 2 jam setelah makan. Dan selalu waspada kalau ada gejala seperti diatas.
Faktor resiko tertinggi?
Faktor yang menyebabkan diabetes bersifat multifaktor jadi bukan hanya keturunan, tapi juga pola hidup, adakah penyakit lain, kegemukan, pola makan? Jadi penyakit diabetes itu harus dikendalikan bukan hanya dengan obat tapi juga dengan perubahan PERILAKU yg sehat.
Bagaimana mengantisipasi supaya keturunan penderita DM tidak terkena DIABETES MELLITUS atau DM?
Sekali lagi kita tekankan.
DM TIDAK HANYA DIAKIBATKAN KETURUNAN TAPI BERGANTUNG POLA HIDUP POLA MAKAN PENDERITA.
Apa terapi pertama penderita diabetes?
Insulin? Obat diabetes?
Yang pertama harus dilakukan adalah DIET Konsultasikan dengan dokter keluarga. Dengan ahli gizi seberapa kalori dan jenis makanan yg boleh dikonsumsi?
Apabila kita sudah mengatur diet dan gagal, sedangkan gula darah tetap tinggi maka kita harus juga melakukan olahraga secara teratur. Cukup 30 menit per hari pagi dan sore. Jenis olahraga apa yang sesuai dengan penderita diabetes? Di sinilah sekali lagi peran seorang dokter keluarga yg mengatur jenis olah raga yg cocok untuk setiap individu. Karena tiap orang bervariasi apa yg cocok untuk seseorang belum tentu cocok untuk yang lain.
Selanjutnya yang harus diperhatikan adalah disiplin mengatur diet dan disiplin mengatur olahraga.
Jadi poin pertama terapi diabetes sampai ketiga adalah perubahan perilaku yang bisa dilakukan oleh penderita sendiri.
Bagaimana mencegah diabetes pada keturunan penderita diabetes supaya tidak terkena diabetes ?
Waspadalah dengan gejala diabetes yang muncul pada diri sendiri. Segera melakukan pemeriksaan sebagai penunjang diagnosa secara cepat dan akurat. Sehingga diabetes bisa dikendalikan.
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Customer Service  
 
------------------------------------------------
 
  Operator 1
 
------------------------------------------------
 
  Operator 2
 
 
  Social Network  
 
 
------------------------------------------------
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.