Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
Nutrisi Untuk Bayi Baru Lahir
Oleh : Dr. Nur Aisyah, SpA
Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi baru lahir, baik bayi yang dilahirkan cukup bulan (matur) maupun kurang bulan (prematur). Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI memberikan banyak keuntungan fisiologis maupun emosional. World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI secara eksklusif sekurangnya selama usia 6 bulan pertama, dan rekomendasi serupa juga didukung oleh American Academy of Pediatrics (AAP), Academy of Breastfeeding Medicine, demikian pula oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Periode pemberian makan pada bayi meliputi :
- ASI Eksklusif
- ASI + MP-ASI
- Makanan Keluarga
ASI Eksklusif
ASI Eksklusif adalah adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan.

Air susu ibu adalah makanan yang terbaik untuk bayi dan susu formula tidak mungkin menyamai ASI. Komposisi ASI berubah sesuai kebutuhan bayi. Di dalam ASI terdapat kolostrom adalah susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap akhir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi. Kolostrum warnanya kekuningan dan kental. Kolostrum penting bagi bayi karena mengandung banyak gizi dan zat-zat pertahanan tubuh. Selain itu ASI juga mengandung foremilk / hindmilk. Foremilk (susu awal) adalah susu ASI yang diproduksi pada awal proses menyusui. Sedangkan hindmilk (susu akhir) adalah ASI yang diproduksi pada akhir proses menyusui. Foremilk diproduksi dalam jumlah banyak, mengandung banyak protein laktosa dan protein lainnya, berkadar air tinggi, namun kadar lemaknya rendah. umlah lemak yang tinggi dalam hindmilk ini akan memberikan banyak energi pada bayi, dan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama. Sementara jumlah air yang berlimpah dalam foremilk mampu memenuhi kebutuhan air bayi. Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang terbaik yang dapat diberikan oleh ibu pada bayinya, juga untuk bayi prematur. Komposisi ASI yang dihasilkan ibu yang melahirkan prematur berbeda dengan komposisi ASI yang dihasilkan oleh ibu yang melahirkan cukup bulan dan perbedaan ini berlangsung selama kurang lebih 4 minggu. Jadi apabila bayi lahir sangat prematur ( < 30 minggu ) maka pada usia kronologis 4 minggu ASI ibunya perlu ditambahkan zat gizi lain agar komposisinya menyamai komposisi ASI prematur. Dalam kandungan ASI juga terdapat faktor protektif dikarenakan terdapat enzim, biofaktor maupun limfosit.
Tanda Keberhasilan Laktasi :
- Penurunan BB ≤ 7 % dalam beberapa hari pertama
- Kembali ke BB lahir dalam 2 minggu
- Laktasi berhasil dilakukan pada 2-4 hari pertama
- Minimal 8x menyusui dalam 24 jam
- Bayi dengan mudah melekat pada puting
- Pada usia 5-7 hari bayi defekasi 3-6 x/hari dalam miksi 4 – 6x/hari
- Kenaikan BB sebanyak 25-30 g/hari (750 – 900 g/bln) pada 3 bulan pertama
ASI + MP-ASI
Makanan pendamping ASI atau bisa disebut MP-ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi selain ASI, dimana jenis dan karakter dari makanan tersebut disesuaikan dengan umur bayi. Makanan Pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi / anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Makanan pendamping ASI ini adalah merupakan sebuah proses transisi dari asupan kepada bayi yang semula hanya susu (Air Susu Ibu/ASI) menuju ke makanan yang semi padat.

Tujuan pemberian makan sebagai pemenuhan kebutuhan zat gizi untuk kelangsungan hidup, tumbuh kembang dan aktivitas, dll. Tidak hanya itu, tujuan pemberian makan juga sebagai pendidikan untuk ketrampilan makan, pembinaan rasa, disiplin dan sarana pembelajaran. Serta pemberian makan juga faktor psikologis untuk kepuasan dan hubungan erat ibu-anak.

Proses penyapihan dari ASI menuju makanan pendamping ASI mulai dengan pemberian makanan khusus, selain ASI secara bertahap jenis, konsistensi, tekstur, sampai seluruh kebutuhan nutrisi anak dipenuhi oleh makanan keluarga. Makanan khusus yang di berikan berbentuk cair, lunak, padat dan jenis makanannya bisa seperti jus, biskuit, bubur susu, nasi tim. Sedangkan untuk pemberian bertahap ; dari jenis, konsistensi, tekstur, jumlah/kali dan frekuensi/hari.
Kapan mulai diberikan MP-ASI ?
1. Kesiapan fisik : refleks ekstrusi, dapat menahan kepala tetap tegak dan dapat duduk dengan sedikit bantuan.
2. Kesiapan psikologis : menunjujjan minat terhadap makanan, membuka mulut jika diberi sendok dan bisa memberikan tanda lapar / kenyang.
Makanan pertama pada umumnya berupa bubur tepung beras yang diperkaya zat besi. Berikan hanya 1 jenis (bukan kombinasi), bergizi, tekstur halus dan konsistensi agak encer. Diberikan setelah minum ASI atau formula, kecuali bila bayi menolak berulang atau tampak tidak berminat bisa diberikan sebelum minum ASI atau susu formula.

Ada beberapa panduan dasar dalam pemberian makanan baru walupun tidak ada urutan khusus alangkah baiknya diperhatikan untuk tekstur halus dan konsistensi encer pada awal pemberian yang ditingkatkan bertahap, mulailah dengan jumlah sedikit (1-2 sendok teh), bertahap di tambah 1 sendok makan atau lebih sampai jumlah yang sesuai. Berilah jarak waktu antara pemberian makan baru, makanan baru berjarak 4 - 7 hari (riwayat alergi +), perhatikan adanya reaksi simpang, dicoba satu persatu jenis makanan, di coba pada pagi hari oleh ibu. Tidak hanya itu, perhatikan factor keamanannya seperti cuci tangan dan semua peralatan, tidak menggunakan peralatan bersama-sama atau mengunyah terlebih dulu.

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pemberian makanan pada bayi :
Sebaiknya hindari pemberian wortel, bit, bayam, sawi hijau dan lobak. Karena kandungan saturan tersebut nitrat tinggi bisa menyebabkan methemoglobinemia, tidak boleh diberikan kepada bayi < 6 bulan. Mengkonsumsi made memang baik tetapi made jangan di berikan pada bayi < 12 bulan karena bisa menyebabkan C. botulinum. Selain itu, susu sapi (whole milk, susu segar) sebaiknya tidak boleh di berikan kepada bayi < 12 bulan karenan terdapat kandungan zat besi rendah, tinggi kadar natrium, kalium dan chlor bisa menjadi beban ginjal.
Bayi 6-8 bulan
- ASI on demand
- Mulailah MPASI, coba hanya 1 jenis (bukan kombinasi) dan lakukan evaluasi beberapa hari untuk melihat toleransi sebelum coba yang lain
- Usia 6 - 8 bulan
 
- 6 bln mulai 2 - 3 sendok bubur HALUS, 1 - 2 kali / hari, dapat ditingkatkan hingga 3x sehari 1/2 mangkok / gelas Aqua.
- 8 bln bubur kasar atau tim saring.
- Selingan diberikan 1-2 kali
- Finger food : setelah usia 8 bulan.
Bantu bayi untuk lebih mandiri :
- Beri finger foods.
- Minum dari cangkir sejak usia 6-8 bulan.
- Buat jadwal makan sedemikian rupa sehingga terjadi rasa lapar dan kenyang yg teratur.
Bayi 9 - 11 bulan
- Usia 9-11 bulan:
 
- Berikan nasi tim kasar, dengan lauk pauk dicincang atau diparut sehingga bayi dapat mencoba untuk mengambilnya sendiri.
- Berikan sekitar ½ mangkok, dapat diberikan 3-4 kali per hari, selingan 1-2 kali tergantung keinginan bayi.
- Lakukan resposive feeding.
- Air minum selain ASI/susu boleh diberikan.
Responsive feeding
- Ibu atau pengasuh harus merespons tanda lapar atau kenyang yang ditunjukkan oleh balita.
- Bicara dan lakukan kontak mata dalam proses pemberian makan.
 
- Makan adalah proses belajar dan bentuk kasih sayang orangtua-anak
Bayi bisa di kenali ketika lapar dengan gerakannya. Lapar dengan gerakan :
- Gerakan menghisap atau mengecapkan bibir.
- Membuka mulut ketika melihat sendok/makanan.
- Memasukkan tangan ke mulut atau menangis.
- Mencondongkan tubuh ke arah makanan atau berusaha menjangkaunya
Apabila kenyang, gerakannya seperti memalingkan muka, menutup mulut dengan tangannya, rewel atau menangis dan tertidur.
Anak usia 1-2 tahun
- ASI masih tetap diberikan
- Lanjutkan pemberian makan 3 - 4 kali/hari, mulai perkenalkan dengan makanan keluarga, 3/4 - 1 mangkok tiap makan, selingan.
- Bantu dan biarkan anak untuk makan sendiri.
- Berikan variasi makanan ( rasa, warna, bau ).
- Tawarkan beberapa kali hingga dia mau dan terbiasa.
Tips membuat suasana makan menjadi menyenangkan
- Gunakan peralatan makan dengan bentuk yang lucu, penuh warna serta bergambar tokoh kesukaan si anak.
- Berikan makanan dalam bentuk dan warna yang bervariasi.
- Tawarkan variasi rasa makanan dan cobakan jenis makanan baru bersama dengan makanan yang biasa dimakan.
- Jangan gunakan makanan sebagai bentuk hadiah atau hukuman.
Beberapa Tips
- Ingatlah bahwa anak cenderung untuk memilih makanan sendiri, hal ini merupakan bentuk kemandirian. Jadi, bersabarlah.
- Berilah makanan sehat yang bervariasi. Tawarkanlah selalu bentu/rasa/tekstur makanan baru dan berilah waktu untuk beradaptasi.
- Ingatlah selalu bahwa tugas ibu adalah memberi/menyiapkan makanan, sedangkan anak mempunyai kebebasan memutuskan untuk mencoba makan tersebut atau tidak.
- Anak biasanya belum dapat merasakan lapar, jadi senantiasa tawarkan makanan ( tiap 2-3 jam ) dan jangan cemas jika ia tidak menghabiskannya.
- Seperti halnya orang dewasa, anak juga mengalami perubahan selera makan dari hari ke hari.
- Jika anak sedang dalam masa tumbuh gigi, ia mungkin kehilangan nafsu makan, namun akan kembali dalam beberapa hari.
Baca juga Artikel terkait :
- Nutrisi Pertumbuhan Batita, Mengapa Penting ?
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Customer Service  
 
------------------------------------------------
 
  Operator 1
 
------------------------------------------------
 
  Operator 2
 
 
  Social Network  
 
 
------------------------------------------------
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.