Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
HERNIA INGUINALIS PADA ORANG DEWASA
Oleh : dr. Luciana Wardoyo, SpB
Hernia merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyakit ini ditandai dengan adanya penonjolan isi perut melalui bagian dinding perut yang lemah, kelainan ini terutama ditemukan di daerah lipat paha. Hernia bisa terjadi disemua umur, juga banyak pada usia produkif, sehingga mempunyai dampak sosial ekonomi yang cukup signifikan, oleh karenanya, penanganan penyakit hernia yang efektif dan efisien sangat diperlukan.

Hernia Inguinalis adalah suatu keadaan dimana sebagian usus masuk melalui sebuah lubang pada dinding perut ke dalam kanalis inguinalis. Kanalis inguinalis adalah saluran berbentuk tabung, yang merupakan jalan tempat turunnya testis (buah zakar) dari perut ke dalam skrotum (kantung zakar) sesaat sebelum bayi dilahirkan. Orang awam sering menyebutkan hernia inguinalis sebagai ‘turun usus’.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hernia inguinalis antara lain :
- Peninggian tekanan dalam rongga perut, misalnya mengangkat beban berat, mengedan, batuk kronik, hipertrofi prostat, konstipasi, dan kehamilan.
- Kelemahan otot dinding perut biasanya terjadi karena faktor usia.
Gejala klinis pada pasien hernia inguinalis : timbul benjolan di lipat paha saat berdiri, batuk, bersin ataupun mengejan dan hilang saat berbaring, dapat disertai nyeri, mual, muntah pada keadaan inkarserata/ keadaaan terjepit.

Hernia inguinalis seringkali dapat didorong kembali ke dalam rongga perut. Tetapi jika tidak dapat didorong kembali melalui dinding perut, maka usus bisa terperangkap di dalam kanalis inguinalis (inkarserasi) dan aliran darahnya terputus (strangulasi). Jika tidak ditangani, bagian usus yang mengalami strangulasi bisa mati karena kekurangan darah. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Dalam hal ini harus segera dilakukan operasi. Setelah operasi, biasanya jarang sekali terjadi kekambuhan (hanya 1-3%).

Langkah pertama untuk mencegah hernia adalah mengetahui penyebabnya. Namun, hernia yang timbul akibat kelainan bawaan dan efek penuaan tidak dapat dicegah. Hernia bisa muncul bila otot dinding tipis yang menyekat/ membungkus organ mendapatkan tekanan melebihi kapasitasnya.
Bagaimana mencegah Hernia Inguinalis?
Meskipun tidak ada cara untuk mencegah hernia karena adanya kelemahan bawaan atau sejarah keluarga, seseorang dapat membantu mengurangi risiko pengembangan hernia inguinalis atau hernia mencegah dari berulang dengan mengikuti panduan sederhana di bawah ini :
- Jika Anda kelebihan berat badan, ikuti saran dokter Anda untuk menurunkan berat badan. Menjadi kelebihan berat badan membuat tekanan perut yang lebih besar dan meningkatkan risiko mengalami hernia inguinalis. Menjaga berat badan yang sehat melalui diet dan olahraga.
- Gunakan teknik mengangkat yang benar. Selalu gunakan kaki Anda, bukan otot punggung Anda, untuk mengangkat. Pakailah dukungan penahan ketika melakukan kegiatan mengangkat berat.
- Hindari sembelit dan mengejan saat buang air besar dan buang air kecil. Penyebab berusaha meningkatkan tekanan di dalam perut. Makan makanan yang tinggi serat, minum banyak cairan. Menggunakan pelunak tinja atau minum minuman stimulan alami seperti jus prune mungkin bisa membantu.
- Sampaikan kesulitan buang air kecil ke dokter Anda. Kesulitan buang air kronis dapat menyebabkan hernia. Penyebab sulit buang air kecil perlu ditentukan dan diobati oleh dokter Anda.
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Customer Service  
 
------------------------------------------------
 
  Operator 1
 
------------------------------------------------
 
  Operator 2
 
 
  Social Network  
 
 
------------------------------------------------
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.