Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah Penyebab Utama Kematian Di Dunia
Oleh : Dr. Dyana Sarvasti, SpJP (K)
Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) adalah penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Penyakit kardiovaskular kini menjadi penyebab utama kematian di dunia, termasuk Indonesia. Dari data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan tahun 2007 diketahui bahwa, 31,9% kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Yang paling sering terjadi adalah akibat proses aterosklerosis, yakni penimbunan lemak dan perkapuran dinding pembuluh darah yang berlangsung bertahun-tahun, mengakibatkan penyempitan dan penyumbatan total pembuluh darah. Bila penyumbatan total terjadi di pembuluh darah koroner akan mengakibatkan serangan jantung (infark miokard akut) yang mungkin diikuti kematian mendadak atau gagal jantung. Sedangkan penyumbatan pembuluh darah otak berakibat strok dan penyumbatan pembuluh darah perifer sering kali harus diselesaikan dengan amputasi. Penyakit kardiovaskular menyerang berbagai lapisan masyarakat tak terkecuali golongan sosial ekonomi bawah. Padahal penanganannya memerlukan biaya besar yang seringkali sulit mereka jangkau. Penyakit kardiovaskular kini banyak menyerang kelompok usia produktif, sehingga banyak keluarga yang terpaksa harus kehilangan sumber pendapatan keluarga, bahkan terbebani oleh biaya pengobatan yang besar. Di sisi lain, perbaikan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan membuat usia harapan hidup semakin panjang, sehingga prevalensi penyakit degeneratif khususnya penyakit kardiovaskular di Indonesia diprediksikan terus meningkat. Ilmu dan teknologi penanganan penyakit kardiovaskular maju sangat pesat, berbagai metode terapi canggih berkembang, dan umumnya memerlukan biaya tinggi. Jumlah pasien yang memerlukan penanganan canggih ini pun semakin besar. Tentu beban perekonomian negara akan terus meningkat dan sangat besar, apalagi kalau ditambah kerugian yang ditimbulkan oleh hilangnya produktifitas pasien-pasien penyakit kardiovaskular.

World Health Organization (WHO) memprediksikan bahwa di masa yang akan datang 80% kematian akibat penyakit kardiovaskular akan terjadi di negara berkembang. Penurunan kejadian penyakit kardiovaskular di negara-negara maju terutama terjadi karena keberhasilan upaya pencegahan, disamping kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran serta keterjangkauan pelayanan kesehatan oleh seluruh lapisan masyarakat berkat adanya asuransi kesehatan yang menyeluruh.
Berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, merokok, dislipidemia, diabetes mellitus, kurang berolahraga, obesitas dan stress, kurang disadari oleh masyarakat Indonesia. Menurut RISKESDAS 2007, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7%, tetapi hanya 23,9% saja dari populasi ini yang mengetahui dirinya mengidap hipertensi dan menerima pengobatan. Hal serupa terjadi pada diabetes mellitus, yang prevalensinya di Indonesia mencapai 5,7%. Kebiasaan berolah raga setiap hari 30 menit atau makan sayur dan buah lima kali sehari belum menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Sebaliknya, kebiasaan buruk merokok masih sangat tinggi, dan tidak terlihat penurunan bermakna dari tahun ke tahun. RISKESDAS 2010 melaporkan bahwa laki-laki usia 15 tahun keatas 66% perokok, mengakibatkan 76% penduduk menjadi perokok pasif.
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Customer Service  
 
------------------------------------------------
 
  Operator 1
 
------------------------------------------------
 
  Operator 2
 
 
  Social Network  
 
 
------------------------------------------------
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.