Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
GO GREEN ARTICLE - PERINGATI HARI TBC
oleh : Dr. Laksmi Wulandari, Sp.P(K), FCCP
APA ITU TBC ?
TBC atau yang lebih dikenal dengan Tuberkulosis adalah penyakit serius yang mudah menular tapi dapat diobati jika berobat secara teratur. Jumlah penderita TBC di Indonesia merupakan peringkat 4 di dunia di bawah India, China dan Afrika Selatan. Diperkirakan 9 juta orang terinfeksi TBC di seluruh dunia pada tahun 2011 dengan kematian mencapai 1,4 juta orang per tahun. Kementerian Kesehatan RI memperkirakan ada 430.000 kasus TBC baru tiap tahun dan tingkat kematian mencapai 169 kasus tiap harinya terkait TBC.

TBC menyebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia, tapi penyebaran terbesar terjadi di wilayah Indonesia bagian timur, seperti di Papua, Maluku, NTT dan NTB. Ketika epidemi HIV/AIDS meningkat, TBC merupakan salah satu penyakit penyebab kematian dan merupakan koinfeksi yang sering didapatkan pada pasien HIV/AIDS.
MASALAH TB MDR DI INDONESIA
Disamping epidemi HIV/AIDS, ada masalah yang lebih besar lagi sejak munculnya TBC kebal obat (kebal terhadap 2 komponen obat utama TBC lini pertama yaitu Rifampisin dan Isoniazid) atau yang lebih dikenal dengan TB MDR (multiple drug resistant).

Indonesia menempati urutan ke 9 dari 27 negara yang mempunyai beban tinggi untuk TB MDR. Selain itu sedikitnya sudah ada ditemukan 8 kasus TB XDR (extensively drug resistant) di Indonesia. Pengobatan TB MDR di Indonesia sudah dimulai sejak Agustus 2009 dengan pelaksanaan pendahuluan di 2 rumah sakit yaitu RS Persahabatan Jakarta dan RS dr. Soetomo Surabaya. Pada tahun 2010-2011 pelaksanaan bertambah yaitu RS dr. Syaiful Anwar Malang, RS dr. Moewardi Solo dan RS Labuang Baji Makassar. Pada tahun 2012 pengobatan TB MDR sudah mencakup 4 provinsi (Bali, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Yogyakarta).
 
BAGAIMANA TBC MENULAR ?
Banyak orang menganggap TBC merupakan penyakit keturunan dan bisa menular melalui ciuman atau makan/minum dari peralatan yang dipakai bersama dengan orang yang sakit TBC. Padahal sebenarnya TBC tidak menular melalui ciuman atau peralatan makan/minum. Hal ini karena kuman TBC tidak terdapat dalam air liur, melainkan terdapat dalam dahak yang bisa keluar saat seseorang batuk. Pada saat seorang batuk, ribuan partikel dahak yang sangat kecil (disebut sebagai droplet) menyebar dan berterbangan ke lingkungan sekitarnya. Orang lain yang berada di dekatnya dapat dengan cara tidak sengaja menghirup partikel droplet itu masuk ke dalam saluran nafas dan paru-parunya.

Bila secara kebetulan orang tersebut daya kekebalan tubuhnya lemah, maka kuman TBC yang terdapat dalam droplet dapat menyerang dan menimbulkan infeksi atau penyakit.
 
TIGA HAL YANG HARUS DIPAHAMI MASYARAKAT
Ada tiga hal yang harus dipahami oleh masyarakat mengenai TBC, antara lain :
1. TBC menular langsung dari orang ke orang, bukan melalui barang atau binatang lain sebagai perantara.
2. TBC disebabkan karena kuman Mycobacterium tuberculosis, bukan akibat sering keluar malam atau tidur di lantai ubin. Kemungkinan orang yang sering keluar malam akan membuat daya tahan tubuhnya menurun sehingga mudah terinfeksi kuman.
3. Sebagian besar kuman TBC menyerang paru-paru, tetapi ada juga yang menyerang organ lain dan jumlahnya tidak banyak.
 
FAKTOR RESIKO INFEKSI TBC
Ada beberapa faktor risiko lingkungan yang berperan penting sehingga bagi kebanyakan orang, hal ini seolah juga merupakan penyebab penyakit TBC.
1. Ventilasi rumah. Penderita TBC cenderung tidak memiliki sistem ventilasi rumah yang baik, sehingga memudahkan berkembangnya bakteri penyebab penyakit TBC.
2. Perilaku penderita atau masyarakat yang tidak menutup mulut saat batuk, padahal TBC ditularkan melalui udara dan percikan air liur atau dahak pada saat batuk.
3. Pencahayaan. Banyak sekali rumah penderita TBC yang memiliki pencahayaan yang kurang, bahkan banyak ada yang tidak memiliki pencahayaan sama sekali seperti rumah-rumah di pemukiman padat penduduk. Tentunya hal ini amat disayangkan, sebab mudah sekali memperberat TBC.
4. Suhu dan kelembaban. Suhu dan kelembaban rumah penderita TBC biasanya tidak memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai rumah sehat. Rumah yang sehat adalah rumah yang memiliki suhu rata-rata 30,84 derajat Celsius dan kelembaban rata-rata 70,38%.
 
GEJALA UMUM DAN PENGOBATAN TBC
Gejala umum TBC pada orang dewasa adalah batuk yang terus menerus dan berdahak selama 2 minggu atau lebih, biasanya disertai demam tapi tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama yang dirasakan terutama pada malam hari disertai dengan keringat malam. Kadang-kadang demam seperti sakit flu dan bersifat hilang timbul, disertai penurunan nafsu makan yang akan berdampak pada penurunan berat badan apabila berlangsung cukup lama.

Pengobatan TBC paling sedikit selama 6 bulan yang mengandung 4 macam obat (Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid dan Etambutol) dan pelaksanakannya di puskesmas maupun rumah sakit. Sedangkan untuk pengobatan TB MDR bisa mencapai 18-24 bulan dan untuk TB XDR belum ada obatnya. Mengingat mahalnya biaya untuk pengobatan TBC, diharapkan pasien TBC harus taat dan teratur minum obat. Untuk paket pengobatan TBC lini pertama bisa mencapai 1,8-2 juta, jika menggunakan obat paten bisa mencapai 4 juta. Untuk paket TB MDR 130 juta dan paket pre TB XDR 180 juta. Disinilah peran anggota keluarga diperlukan untuk memberikan motivasi kepada pasien karena pasien sering merasa jenuh minum obat dalam jangka waktu yang cukup lama, sekaligus mengingatkan pasien agar tidak lupa minum obat secara teratur dan dalam keadaan perut kosong.
 
TIPS UNTUK PENCEGAHAN TBC
Ada beberapa tips untuk mencegah penularan penyakit TBC. Tips-tips tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pastikan selalu bayi Anda atau bayi yang berada di sekelilig Anda mendapatkan vaksin pencegah penyakit TBC. Vaksin ini diberikan pada bayi yang berumur 1 bulan. Nama vaksinnya adalah BCG (Bacillus Calmette-Guerin).
2. Jangan berlama-lama tinggal di dalam ruangan tertutup bersama orang yang menderita penyakit TBC (aktif) sampai orang tersebut benar-benar dinyatakan telah sembuh total. Anda bisa bersama dia dengan bebas minimal setelah dua minggu dari waktu dia dinyatakan sembuh total oleh dokter.
3. Gunakan selalu pelindung yang bisa menghambat dan mengurangi masuknya bakteri penyebab penyakit TBC ke dalam tubuh, misalnya saja masker.
4. Tutup mulut Anda saat batuk.
5. Jangan meludah sembarangan.
6. Jika Anda hidup dengan seseorang yang mempunyai penyakit TBC aktif, tolong, dampingi, dan berilah selalu motivasi untuknya karena biasanya para penderita TBC merasa dirinya tak berguna, sensitif, serta sering diderakebosanan dalam mengonsumsi obat yang banyak dalam jangka waktu yang relatif panjang.
INGAT!!! TBC bukan penyakit keturunan dan bisa disembuhkan. Mari kita berantas TBC menuju Indonesia Sehat 2015 dan Indonesia Bebas TBC 2050.
Dr. Laksmi Wulandari, Sp.P(K), FCCP - Spesialis Paru Konsultan
RS Husada Utama
Jl. Mayjend. Prof. Dr. Moestopo 31-33-35 Surabaya 60131
Telp.031-5017975, Fax. 031-5018337
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Customer Service  
 
------------------------------------------------
 
  Operator 1
 
------------------------------------------------
 
  Operator 2
 
 
  Social Network  
 
 
------------------------------------------------
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.