Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
Kenali Jenis Nyeri
Oleh : dr. Koemalawati Widjaja, SpS - RS. Husada Utama
Siapa yang tak pernah merasakan nyeri? Sensasi tidak menyenangkan ini sudah dirasakan setiap orang bahkan sejak bayi. Nyeri sendiri bukanlah sebuah diagnosis penyakit melainkan pertanda atau alarm akan adanya sesuatu yang dalam tubuh. Biasanya hal tersebut dianggap berbahaya.
International Association for the Study of Pain mendefinisikan nyeri sebagai sebuah pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan yang berhubungan dengan adanya potensi cedera. Karena menyangkut faktor emosional, nyeri seringkali bersifat individual dan subyektif, dan setiap orang mengalami hal yang berbeda beda.
Beberapa pembagian jenis nyeri, diantaranya :
- Berdasarkan waktu berlangsungnya.
- Bagian tubuh yang terlibat.
- Proses terjadinya.
Berdasarkan waktu, nyeri dibedakan menjadi :
- Nyeri akut (terjadi selama kurang dari 2 minggu).
- Nyeri subakut (antara 2 minggu hingga 3 bulan).
- Nyeri kronikkronik (lebih dari 3 bulan (>12 minggu)).
Berdasarkan bagian tubuh yang terlibat. Nyeri dibedakan berdasarkan organ tubuh yang terlibat atau yang mengalami nyeri. Misalnya :
- Nyeri dada.
- Nyeri perut.
- Nyeri gigi.
- Nyeri tungkai.
- Nyeri otot.
Berdasarkan proses terjadinya, nyeri dibedakan menjadi :
- Nyeri nosiseptif
Nyeri nosiseptif terjadi bila ada kerusakan jaringan tubuh. Seseorang dengan nyeri nosiseptif akan mengalami nyeri yang bersifat tajam, kadang terasa seperti ditusuk, dapat dirasakan sepanjang waktu (konstan) atau hilang timbul. Contohnya adalah nyeri saat cedera otot akibat olahraga dan nyeri pada radang sendi.
- Nyeri neuropatik
  Nyeri neuropatik bila ada kerusakan saraf. Penderita umumnya mengeluhkan sensasi kesemutan, ditusuk-tusuk jarum, rasa terbakar, hingga rasa seperti disetrum. Contohnya adalah nyeri tungkai pada penderita diabetes.
- Nyeri psikogenik
  Nyeri psikogenik disebabkan karena kondisi psikologis pasien dan menyebabkan kecemasan, stress, hingga depresi.
Berbeda jenis nyeri, berbeda pula penanganannya. Bila nyeri yang dirasakan ringan, dapat mengonsumsi antinyeri. Namun, pada kondisi nyeri otot ringan, misalnya, maka dapat menggunakan antinyeri topikal (oles) dengan kandungan methyl salycilate terlebih dahulu sebagai penanganan awal nyeri.
Namun, bila nyeri menetap atau sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasi dengan dokter agar diketahui penyebab nyeri dan penanganan yang tepat.
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Kata Sehat Hari ini  
 
   
" Cegah terjadinya stunting (perawakan pendek) dengan melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) setelah melahirkan dan pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan. Dilanjutkan MPASI yang bergizi tinggi dan ASI sampai usia 2 tahun ".
dr. laksmi Suci Handini, SpA
 
  Social Network  
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.