Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
A. PENDAHULUAN
  Spirometry merupakan cara sederhana untuk melakukan Fungsi Tes Paru - paru
 
1. Operator
2. Alat
3. Pasien
 
1. Operator
 
 
- Harus memahami alat.
- Dapat berkomunikasi dengan baik, memberi instruksi yang benar → tes reliable & reproducible.
- Mengetahui error.
- Menganalisis hasil tes
2. Alat
 
 
- Dirawat dengan baik dan dikalibrasi dengan teratur.
- Kalibrasi dg syringe 3 L → setiap hari atau lebih sering, atau bila diminta oleh alat.
- Syringe sering tidak stabil → secara periodik diuji ada tidaknya kebocoran.
- Biological test pd orang normal → dicatat dan disimpan untuk mengetahui alat berfungsi dengan baik.
3. Pasien
 
 
- Diberi instruksi dan penjelasan yang baik.
- Pasien di rumah sakit → diberi kenyamanan agar dapat melakukan tes dengan maksimal.
- Demonstrasi dengan mouthpiece.
B. TES
 
- 3 Fase:
 
a. Inspirasi maksimal.
b. Ekspirasi dengan usaha maksimal.
c. Fase ekspirasi lanjutan hingga tidak ada lagi udara dalam paru.
- Minimal 3 kali , hingga 8 kali percobaan → hasil reproducible
C. ERROR SAAT SPIROMETRI
 
- Permulaan tes yang tidak memuaskan.
- Batuk selama tes.
- Ragu-ragu atau menelan saat manuver ekspirasi.
- Obstruksi atau kebocoran pada mouthpiece.
- Tidak ada pernapasan ekstra saat tes ,atau setelah akhir ekspirasi
D. BAGAN CARA MENILAI HASIL SPIROMETRI
 
E. KURVA FLOW-VOLUME
 
  Mild obstructive Lung Disease
 
  Moderate obstructive Lung Disease
 
  Severe obstructive Lung Disease
 
  Restricted Lung Disease
 
F. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
 
- PROSES
 
- INDIKASI
 
- Diagnostic
- Monitoring
- Evaluasi Disabilitas/ Gangguan
- Kesehatan Masyarakat
- KONTRAINDIKASI
 
- Infark myokard → tidak dites dalam 1 bulan
- Pasien yang kiranya tidak dapat mencapai hasil tes yg optimal:
 
- Nyeri dada atau abdomen
- Nyeri mulut atau wajah yang dpt kumat karna mouthpiece
- Stres inkontinensia
- Demensia
- PERSIAPAN PASIEN
  Pasien tidak :
 
- Merokok dalam 1 jam
- Mengkonsumsi alkohol dalam 4 jam
- Melakukan exercise dalam 30 menit
- Memakai baju yang ketat
- Makan besar dalam 2 jam
- PERSIAPAN ALAT
 
- Spirometer
- Single-use biological filter
- Mouthpiece karet dengan filter
- Noseclip
- Alat ukur BB/TB
-  Wastafel
- Sterilisator
- KALIBRASI & QUALITY CONTROL
 
- Kalibrasi dilakukan setiap hr dg syringe 3 L
- Biologic testing figures → dicatat
- Kerusakan dan perbaikan → dicatat
- File & folder di atas diletakkan di dekat alat
- PROSEDUR TES
 
- Identitas pasien
- Ukur BB & TB
- Tanggal lahir
- Penjelasan prosedur tes, bila perlu dengan mouthpiece dan noseclip
- MEASUREMENT
 
- ACCEPTABILITY & REPRODUCIBILITY
 
- REPORTING
 
- Body temp.& ambient pressure conditions
- Largest SVC from 3 acceptable
- Largest FVC and largest FEV1 from 3 acceptable
- Largest peak expiratory flow
- The ‘best’test → the largest sum of FVC and FEV1
- Inspiratory measurements → largest values
- Print out → a graphical representation of spirometry
- The technician’s comments abt acceptability and reproducibility
- Software version and reference set
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Customer Service  
 
------------------------------------------------
 
  Operator 1
 
------------------------------------------------
 
  Operator 2
 
 
  Social Network  
 
 
------------------------------------------------
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.