Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
Klinik Nyeri RS. Husada Utama
Terapi Nyeri Tanpa Operasi
Oleh : dr Koemalawati Widjaja, SpS - RS. Husada Utama
PAIN Management menjadi terapi alternatif untuk menangani nyeri akut dan kronik. Bertujuan memberikan rasa nyaman, meningkatkan kualitas hidup pasien, hingga menghilangkan ketergantungan pada obat penghilang rasa sakit.
Nyeri tulang belakang (leher, pinggang, dan tulang belakang) dialami oleh hampir 85% penduduk dunia. Keluhan nyeri sebagian besar terjadi di pinggang (80%), leher (10%–15%), dan punggung (5%).
Beberapa penyebabnya, antara lain rasa nyeri di otot dan urat yang berhubungan dengan tulang belakang, hernia nucleus pulposus (saraf terjepit), peradangan sendi tulang belakang, degenerasi bantalan tulang belakang, tulang yang patah akibat kecelakaan, tulang keropos, tumor, dan infeksi di tulang belakang.
Penderita nyeri tulang belakang mau tak mau harus berkompromi dengan rasa nyeri yang tak tertahankan, terlebih jika obat-obatan dan fisioterapi tak juga membantu.
Nyeri Leher
Nyeri yang terjadi pada area leher, yaitu dari atas bahu hingga bawah kepala. Masalah kesehatan ini cukup umum dialami, terutama oleh orang-orang lansia yang berusia di atas 50 tahun. Sakit leher biasanya akan membaik dalam beberapa hari.
Nyeri leher bisa menyebar hingga ke lengan serta punggung bagian atas. Akibatnya, gerakan leher dan kepala menjadi terbatas dan aktivitas sehari-hari bisa menjadi sulit dilakukan.
Banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya nyeri leher, seperti posisi tidur yang salah, bekerja di depan komputer atau laptop terlalu lama, otot yang terkilir, dan postur leher yang salah akibat terlalu sering menunduk atau menengadah. Sebagian besar kasus sakit leher disebabkan oleh aktivitas yang membuat leher menjadi tegang. Selain itu, sakit leher juga bisa disebabkan oleh cedera akibat kecelakaan.
Nyeri leher akibat cedera seringkali membutuhkan penanganan medis. Hal tersebut juga diperlukan jika nyeri leher disertai dengan gejala nyeri yang menekan bahu atau lengan bagian bawah, serta lengan menjadi lemah atau mati rasa.
Gejala Nyeri Leher
- Pusing atau sakit kepala.
- Otot kaku atau tegang.
- Nyeri yang terasa memburuk jika kepala berada di satu posisi dalam waktu lama.
- Rasa nyeri yang menyebar hingga ke tangan atau kaki.
- Kepala sulit digerakkan.
- Lengan terasa lemah, mati rasa, atau kesemutan.
Penyebab Nyeri Leher
- Leher rentan mengalami cedera atau nyeri karena sifatnya yang lentur.
- Otot kaku. Terlalu lama menunduk, sering mengertakkan gigi, atau membaca di atas tempat tidur bisa menyebabkan otot leher menjadi kaku dan berlanjut pada sakit leher.
- Saraf terjepit. Kondisi ini umumnya terjadi pada orang tua ketika salah satu diskus di antara ruas tulang belakang bagian atas terbuka dan gel di dalamnya menonjol keluar mengenai saraf yang ada di dekatnya. Dalam istilah medis, sakit leher akibat saraf terjepit disebut sebagai radikulopati servikal.
- Kerusakan sendi. Sebagian besar kerusakan sendi disebabkan oleh osteoarthritis. Kondisi yang berkembang seiring penuaan usia ini menyebabkan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan di antara ruas tulang belakang memburuk dan memicu terbentuknya taji tulang. Taji tulang tersebut menyebabkan pergerakan sendi leher dan menimbukan nyeri.
- Cedera yang menyebabkan nyeri leher bisa terjadi karena kecelakaan berkendara, terjatuh dari ketinggian, berolahraga, atau pukulan yang secara langsung mengenai wajah, kepala bagian atas, atau kepala bagian belakang. Faktor-faktor tersebut bisa membuat kepala terhentak secara mendadak ke satu arah dan merusak tendon atau ligamen leher.
- Kondisi medis lain
Di bawah ini adalah kondisi-kondisi medis yang bisa menyebabkan nyeri leher :
- Penyempitan jalur saraf tulang belakang.
- Infeksi pada leher.
- Meningitis (infeksi pada meninges atau selaput pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang).
- Flu. Kondisi yang bisa membuat seluruh tubuh merasa sakit, termasuk bagian leher.
- Rheumatoid arthritis. Jika terjadi pada leher, peradangan kronis pada persendian ini bisa menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kaku.
- Fibromialgia (kondisi yang menyebabkan penyebaran rasa sakit pada otot dan jaringan lunak).
- Kanker dan HIV. Kedua kondisi ini akan berdampak kepada melemahnya sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih rentan terhadap infeksi.
Diagnosis Nyeri Leher
Konsultasi pada dokter sebaiknya dilakukan oleh penderita sakit leher apabila :
- Nyeri tidak bisa diredakan dengan menggunakan obat penghilang rasa sakit biasa.
- Leher yang sakit atau kaku tidak membaik setelah beberapa hari.
- Mencurigai bahwa sakit leher terjadi akibat suatu kondisi yang terbilang serius.
Penanganan Nyeri Leher
IPM (Interventional Pain management) merupakan tindakan yang membantu untuk mengatasi keluhan nyeri tanpa operasi.
Untuk mengatasi atau membantu meringankan nyeri, ada berbagai tindakan IPM yang dapat dilakukan, sesuai dengan indikasi dari nyeri yang ditimbulkan. Hampir semua tindakan IPM untuk nyeri dilakukan dengan panduan USG (ultrasound) dan atau c-arm / fluoroskop (semacam mesin x-ray atau Rontgen).
Apapun yang menjadi penyebab nyeri tersebut, baik karena trauma, cedera olahraga, kecelakaan, salah postur, usia, kanker, komplikasi penyakit, dan lain-lain, menggunakan peralatan yang canggih, oleh dokter spesialis nyeri yang berkompeten.
Jika nyeri leher yang diderita berkelanjutan dan cukup parah, maka segera konsultasikan ke dokter.
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Kata Sehat Hari ini  
 
   
" Cegah terjadinya stunting (perawakan pendek) dengan melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) setelah melahirkan dan pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan. Dilanjutkan MPASI yang bergizi tinggi dan ASI sampai usia 2 tahun ".
dr. laksmi Suci Handini, SpA
 
  Social Network  
   
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.