Apycom jQuery Menus
RS Husada Utama Surabaya
 
Untitled Document
  Spesialisasi & Layanan  
 
------------------------------------------------
 
Anestesi & Reanimasi
 
------------------------------------------------
 
Andrologi
 
------------------------------------------------
 
Bedah
 
------------------------------------------------
 
Bedah Plastik
 
------------------------------------------------
 
Gigi
 
------------------------------------------------
 
Jantung
 
------------------------------------------------
 
Kandungan
 
------------------------------------------------
 
Kesehatan Anak
 
------------------------------------------------
 
Kulit
 
------------------------------------------------
 
Mata
 
------------------------------------------------
 
Neosurgery
 
------------------------------------------------
 
Orthopedi & Traumatologi
 
------------------------------------------------
 
Paru-paru
 
------------------------------------------------
 
Penyakit Dalam
 
------------------------------------------------
 
Radiologi
 
------------------------------------------------
 
Rehabilitasi Medik
 
------------------------------------------------
 
Saraf
 
------------------------------------------------
 
THT
 
------------------------------------------------
 
Urologi
 
 
  Lokasi Kami  
 
Prof. Dr. Moestopo No.31-35,
Surabaya - 60131
Telp. (031) 501 8335
Fax. (031) 501 8337 / 501 0777
info@husadautamahospital.com
------------------------------------------------
+ Lihat Peta Lokasi
 
     
     
Yuk, Kenali Pes Planus (Flat Foot)
Oleh : dr. Lisna Aniek Farida, SpKFR - RS. Husada Utama
Pernah mendengar istilah Pes Planus / Flat Foot (Kaki Datar)? Apakah Flat Foot ini normal?
Flat Foot adalah kondisi dimana telapak kaki tidak memiliki lengkungan di bagian dalam telapak kaki, sehingga seluruh telapak kaki akan menyentuh lantai saat berdiri. Selain itu, kaki juga akan tampak miring ke arah dalam sehingga menyerupai kaki X. Bagi bayi, kaki datar wajar terjadi. Lengkungan baru berkembang di masa kanak-kanak hingga dewasa.
Ada beberapa tipe flat foot, yaitu:
Flexible Flat Foot, tipe kaki datar yang paling umum. Kaki mungkin tampak datar ketika dalam posisi menahan berat seperti berdiri, namun ketika seseorang berdiri pada ujung kakinya maka lengkungan kaki akan terbentuk.
Rigid Flat Foot, kondisi ini dapat berkembang pada orang dewasa sebagai perkembangan dari kaki datar fleksibel. Karena sendir mengalami rematik maka sendi pun berkembang menjadi kaki datar yang kaku. Kondisi ini mungkin menandakan adanya kelainan tulang, kelainan genetik sejak lahir, kondisi neurologis, ketidakseimbangan otot, penggabungan sendi, atau cedera otot.
Kenapa Flat Foot Bisa Terjadi?
Karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan kaki datar, maka sulit mengetahui apa penyebab pasti terjadinya kaki datar. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya kaki datar adalah :
- Genetika
- Kongenital (cacat bawaan)
- Kelainan otot
Selain itu, kesalahan memilih alas kaki juga dapat menyebabkan terjadinya kaki datar, misalnya menggunakan sepatu yang membatasi pergerakan jari kaki, seperti sepatu hak tinggi.
Akibat Flat Foot
Flat foot dapat menyebabkan pronasi berlebihan (kaki terlalu bergulir ke sisi dalam telapak kaki) karena kaki tidak dapat menopang dan mendistribusikan beban dengan seimbang, sehingga tulang, otot, dan sendi di tungkai mengalami perubahan posisi. Flat foot juga dapat menyebabkan plantar fasciitis atau peradangan pada jaringan penyambung (fibrosa) tebal yang melintang dari tumit hingga jari kaki.
Bagaimana Menanganinya?
1. Penggunaan Perangkat Orthotik Berupa Insole
Insole diperlukan untuk mendukung lengkungan kaki yang berfungsi untuk menstabilkan dan memposisikan kaki dengan benar sehingga tidak akan ada pembebanan yang berlebihan pada otot-otot pergelangan kaki dan lutut. Insole dapat digunakan untuk membantu meringankan rasa sakit yang dialami pada penderita dengan kaki datar.
2. Latihan Peregangan
Ada beberapa cara stretching yang dapat dilakukan :
- Stretching dapat dilakukan sebelum bangun dari tempat tidur oleh karena biasanya nyeri timbul setelah dibuat berjalan sehabis bangun tidur.
- Teknik stretching yang lain adalah stretching tendon Achilles ketika berdiri dengan posisi tangan mendorong dinding, tulang punggung dan lutut dalam keadaan lurus lalu menggerakkan tumit secara bergantian menjauhi dinding atau pada malam hari menggunakan ankle foot orthosis untuk menjaga kaki dalam posisi netral pada malam hari.
- Stretching lainnya dapat berupa pasien duduk dengan menempatkan kaleng soda diantara telapak kaki dan lantai.
Lakukan latihan di bawah ini untuk meregangkan tendon (urat) yang akan sangat membantu mengurangi keluhan nyeri yang terjadi.
3. Penggunaan dan pemilihan sepatu yang tepat
4. Terapi dan latihan fisik
5. Penurunan berat badan
Penurunan berat badan mengurangi beban tumpuan pada telapak kaki.
6. Medikamentosa (Pemakaian obat)
Obat hanya membantu mengatasi peradangan pada flat foot. Diperlukan apabila terdapat rasa sakit pada kaki, tungkai, atau tumit, bahkan punggung.
7. Operasi
Operasi dianggap jalan terakhir meskipun dapat membentuk lengkungan. Intervensi bedah sebagian besar untuk kondisi rigid flat foot.
Untitled Document
  Jadwal Klinik  
 
------------------------------------------------
 
Jadwal Klinik
 
 
  Layanan Unggulan  
 
------------------------------------------------
 
RetCam
 
------------------------------------------------
 
CT-Scan 64 Slices
 
------------------------------------------------
 
MRI 1,5 T
 
------------------------------------------------
 
Radiologi Intervensi
 
------------------------------------------------
 
USG 4D
 
 
  Kata Sehat Hari ini  
 
   
“Sehat itu murah dan mewah.
Menjadi mahal bila sakit.
Jagalah kesehatan mulai
sekarang.”
dr. Luciana Wardoyo, SpB - KBD
 
  Social Network  
@rs.husadautama
  Video  
+ More video
RS Husada Utama
   
  Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.
 
 
Copyright © Husada Utama Hospital Surabaya, 2012.
Best Viewed with Firefox browser in 1024 x 768 screen resolution.