Bulan puasa sebentar lagi, saatnya bagi yang menjalankan puasa untuk menabung kebaikan dan pahala. Namun bulan puasa bukan berarti badan yang lemah dan tidak fit. Bulan puasa tidak berarti anda juga berpuasa untuk berolahraga. Tubuh secara alami tetap membutuhkan olah raga walaupun sedang berpuasa. Meski sedang berpuasa, tubuh tetap membutuhkan latihan fisik agar tetap bugar. Namun sebaiknya perhatikan olahraga yang akan Anda lakukan, jangan sampai olahraga justru membuat kondisi tubuh menjadi lebih buruk.
Husein Abdullah, pemain senior American Football yang memperkuat klub Minnesota Vikings tetap melakukan ibadah puasa ramadhan di tengah aktivitasnya sebagai atlit. Dia mengatakan bahwa “Being Muslim doesn’t stop you from doing what you want to do.” Beberapa pelatih malah memberikan rekomendasi berpuasa (intermitten fasting) bukan untuk alasan religious namun untuk meningkatkan performa atlit yang mengandalkan endurance dalam cabang olah raga prestasi yang digelutinya.
Olah raga yang secara rutin kita lakukan diluar bulan ramadhan tidak harus dihentikan, namun intensitasnya dikurangi. IPFA (International Fitness Proffesional Association) merekomendasikan untuk tetap melakukan olah raga 60 % dari intensitas yang dikerjakan secara rutin diluar bulan puasa.
Dalam melakukan aktivitas olah raga cairan tubuh merupakan factor yang penting untuk diperhatikan, sehingga dengan memperbanyak konsumsi air diluar jam berpuasa akan sangat membantu untuk mempertahankan stamina saat melakukan olah raga dan memperkecil terjadinya resiko dehidrasi selama berolah raga.
Hindari mengkonsumsi bahan makanan yang memiliki efek diuresis, sehingga konsumsi cairan yang didapat diluar jam berpuasa tetap tersimpan di dalam tubuh kita. Konsumsi kopi, soda dan bahan lain yang mengandung kafein sebaiknya dihindari.
Waktu yang tepat untuk melakukan olah raga adalah pagi hari 1-2 jam setelah makan sahur, namun apabila karena kesibukan aktivitas yang kita kerjakan bisa juga dikerjakan 1-2 jam setelah makan saat berbuka puasa.
Sebaiknya jenis aktivitas olah raga yang dikerjalan bukan high intensity interval training, termasuk waktu olah raga disarankan tidak lebih dari 45 menit dengan tujuan untuk menghindari terjadinya dehidrasi.
Stamina yang dibutuhkan untuk berolah raga selama menjalani puasa juga bisa diperoleh dengan cara banyak mengkonsumsi karbohidrat kompleks pada malam harinya, bahan makanan semacam roti gandum, kacang dan kurma. Serta karbohidrat yang berasal dari buah – buahan memiliki daya tahan cukup lama dalam tubuh kita.
Disclaimer - Kebijakan Isi Website : Seluruh isi website ini (termasuk dan tidak terbatas pada tulisan, gambar, tautan dan dokumen) adalah bersifat informatif
yang tidak ditujukan untuk mengganti nasihat medis, keterangan diagnosis, maupun saran tindakan medis yang dikeluarkan oleh tenaga profesional medis (dokter).
Selalu konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan keadaan Anda.