Penyakit Asam Lambung (GERD) |
|
Oleh : dr. Indro Hariyanto, SpPD - RS. Husada Utama |
 |
|
Penyakit Asam Lambung merupakan masalah kesehatan yang cukup umum terjadi di masyarakat. Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus. |
|
Esofagus yang juga dikenal sebagai kerongkongan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Penyakit asam lambung atau GERD pada umumnya disebabkan oleh tidak berfungsinya lower esophageal sphinchter (LES). |
|
LES adalah lingkaran otot pada bagian bawah dari esofagus. LES berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung. Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di lambung agar tidak naik kembali ke esofagus. |
|
Jika LES menjadi longgar dan tidak menutup dengan baik, asam lambung bisa keluar dari perut dan menyebabkan penyakit asam lambung. |
|
 |
|
Penyebab penyakit asam lambung biasanya terkait dengan beberapa faktor, diantaranya : |
- |
Keturunan |
- |
Stres |
- |
Konsumsi obat-obat tertentu |
- |
Kelebihan berat badan (obesitas) |
- |
Hiatus hernia |
- |
Hamil |
- |
Gastroparesis |
- |
Konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak |
|
|
Apa yang di rasakan saat asam lambung naik ? |
Gejala GERD yang dirasakan adalah sensasi terbakar di bagian dada atau nyeri ulu hati. Akibatnya, kita akan merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan. |
|
Mulut serta kerongkongan juga akan terasa tidak enak. Kita juga akan mengalami rasa sakit dan kesulitan menelan makanan. Perawatan serius akan diperlukan jika gejala GERD muncul secara terus-menerus. |
|
Gejala Penyakit Asam Lambung |
Ketika asam lambung naik, jaringan dinding kerongkongan dan mulut akan teriritasi oleh asam lambung. |
|
Berikut ini adalah gejala-gejala yang paling umum dialami oleh penderita penyakit asam lambung : |
- |
Refluks asam lambung atau regurgitasi. |
- |
Asam di dalam perut akan kembali ke kerongkongan dan juga mulut sehingga muncul rasa asam dan pahit. |
- |
Sensasi terbakar di dada atau nyeri ulu hati. Kondisi ini dirasakan pada tulang dada akibat asam lambung yang naik ke esofagus. |
- |
Rasa nyeri akan terasa lebih kuat setelah makan dan saat membungkuk. |
|
|
Selain gejala di atas, ada juga beberapa gejala lain yang mungkin dialami, di antaranya : |
- |
Merasa seakan-akan ada sesuatu yang mengganjal di kerongkongan saat menelan. |
- |
Laringitis (peradangan pada laring atau pita suara yang menyebabkan tenggorokan sakit dan suara menjadi parau). |
- |
Batuk kering tanpa henti, terutama di malam hari. |
- |
Sakit dada. |
- |
Mengi. |
- |
Kesulitan dan nyeri saat menelan. |
- |
Gigi menjadi rusak. |
- |
Kembung dan bersendawa. |
- |
Bau napas tidak sedap. |
- |
Peningkatan jumlah air liur secara tiba-tiba. |
|
|
Komplikasi Penyakit Asam Lambung |
Penyakit asam lambung atau GERD yang berlangsung dalam kurun waktu lama dan tidak ditangani bisa menyebabkan komplikasi. |
|
Komplikasi yang terjadi diantaranya : |
- |
Luka pada dinding esofagus atau tukak esofagus. Asam lambung bisa mengikis dinding esofagus dengan sangat parah, ini yang menyebabkan luka atau tukak terbentuk. Tukak esofagus bisa berdarah dan menyebabkan munculnya rasa sakit dan kesulitan saat menelan. |
- |
Penyempitan saluran esofagus. Dinding bagian bawah dari esofagus bisa rusak karena teriritasi asam lambung secara terus-menerus. Iritasi yang terjadi dalam jangka waktu lama ini bisa menyebabkan terbentuknya jaringan tukak di dalam esofagus dan mempersempit saluran yang dilewati oleh makanan. |
- |
Esofagus Barrett. Perubahan sel-sel pada dinding esofagus bisa terjadi setelah teriritasi asam lambung berulang kali. Kondisi ini disebut Esofagus Barrett dan bisa dianggap sebagai kondisi prakanker. Perubahan sel yang terjadi belum memiliki sifat-sifat kanker. Tapi di kemudian hari, sel-sel ini bisa memicu munculnya sel kanker walau terhitung jarang. |
- |
Kanker esofagus. Selain akibat GERD yang berkelanjutan, terdapat beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko munculnya kanker esofagus. Risiko akan meningkat jika penderita adalah perokok, peminum alkohol, atau orang yang mengalami obesitas atau kegemukan. Gejala kanker esofagus yang paling umum adalah kesulitan dan rasa sakit saat menelan, serta penurunan berat badan. |
|
|